Pulang.

Memang ternyata yang paling bisa bikin napas ya hidup di rumah sendiri yah.
Aku hari ini pulang.
Setelah kurang lebih hampir 4 bulan meninggalkan kosan kecilku ini, akhirnya aku pulang kembali.
Rasanyaa legaa bercampur kangen banget. Ngga bisa di ukur rasa kangennya.

Aku pulang di sambut kamar yang berantakan dan berdebu.
Akhirnya ku dedikasikan waktu-waktu mepet skripsiku ini dengan membersihkan setiap sudut kamar. Kusediakan kantong plastik super untuk membuang barang-barang yang tidak penting. Karena ternyata aku mulai sadar aku terlalu banyak menyimpan barang yang tidak berguna dan hanya menjadi sampah.

Sedang asiknya beberes, tiba-tiba lampu kamarku mati, huhuu..
Akhirnya aku ke indomaret terdekat buat beli bola lampu.
Butuh effort sih yaaa, dimana tenaga udah tinggal 30% tapi harus turun tangga keluar kosan lagi.

Oke, perkara lampu selesai,dengan dibantu ibu kost ku yang baik hati,hehee..
Aku melanjutkan membereskan yang perlu di bereskan hari ini dan sisanya besok (aku sadar ternyata semuanya ngga bisa beres malam ini).
Setelah itu aku balik lagi keluar,ke alfamidi buat beli keperluan sehari-hari.

Sebahagia itu tinggal sendirian.
Bebas memutuskan sendiri apa yang perlu diputuskan.
Ngga heran kurang lebih 4 bulan menumpang rasanya perasaan ada yang ngga enak.
Dan ketika kembali ke kosan sendiri,semuanya plong.
ngga perlu mikir ini itu lagi, ngga perlu ngga enakan lagi.
pokoknya freedom!

Baiklah, sekian cerita bahagiaku hari ini. Hahahaaa..
Setelah beres-beres besok, mari mulai tenggelam dengan skripsi kembali.
Eh iya, semua akun sosial mediaku kututup. Karna tanpa sadar yang ngambil waktu aku banyak-banyak ya sosial media 😦

Ini udah sambil rebahan mau tidur.

Katanya, ini tentang maunya hati.

Sebuah pesan terbatas untuk yang sedang memperjuangkan hatinya.

Sedikit kecewa ya, ketika tahu yang datang bukan seperti yang kita harapkan.

Ketika keinginan (mungkin juga bercandaan) orang-orang diluar sana berbeda dengan apa yang hati kita inginkan.

Ngga apa-apa..

Ngga usah dengar kata orang.

Ngga perlu capek-capek menyusahkan hari-hari dengan omongan segelintir orang diluar sana.

Mereka hanya tamu di hidup kita, dan kita yang berhak menentukan jalannya.

 

Karena pada beberapa cerita, memang ada hal-hal yang tidak bisa kita paksakan.

Apalagi tentang hati. Pusat dari semua manajemen kebahagiaan kita.

Semua tau, sesuatu yang di paksakan juga ngga baik untuk hidup.

Kalau memang ga bisa, ya mau gimana ?

Hati kita punya hak untuk memilih rumahnya.

 

Bersabar ya,

Kita tunggu waktu bekerja.

Sampai semuanya lewat.

Sampai kapal berlayar di dermaga tujuan.

Maksudku, sampai saatnya menemukan satu bahu.

Yang menawarkan diri sebagai tempat bersandar.

Yang pada saat itu hati juga dengan senang hati mau membukakan ruang.

 

58595b54ca0f8f7cd4cb7481c5cc24f1

SINGGAH

Kali ini aku singgah di rumah seorang sahabat.

Dia begitu baik menawarkan rumahnya padaku.

Dengan nasihat-nasihatnya yang menyadarkanku, bahwa kami ini ternyata sudah dewasa.

Bukan anak SMA lagi yang dulu banyak bercandanya.

Katanya, jangan karena satu orang kamu jadi tenggelam.

Padahal sejujurnya, satu orang itu udah ngga berpengaruh apa-apa untuk hidupku.

 

Aku lupa, sudah sejak berapa lama aku bisa senyaman ini.

Rasanya ingin tinggal disini saja,

Tapi ada banyak ketakutan-ketakutan yang menghalangiku.

Sampai berkali-kali dia mengajakku untuk menetap, jawabanku selalu sama :

Aku takut.

 

Aku takut, tapi anehnya aku tidak ingin dia menghilang.

Aku bilang tidak, tapi anehnya jawabanku yang sebenarnya adalah iya.

Semuanya kusimpan sendirian,

Egois sekali.

Beberapa hari ini aku merasa terganggu sekali.

Kurasa diriku ini manusia bodoh sekaligus jahat.

Apa bedanya aku dengan orang-orang pemberi harapan palsu diluar sana ?

 

Semoga dia segera meninggalkanku yang tidak tegas ini.

Semoga dia menemukan seseorang yang terbaik diluar sana,

Kupikir ini adalah hukuman terbaik yang akan dihadiahkan semesta kepadaku.

Karena sama seperti katanya tempo hari :

Mencintai tidak harus memiliki.

Klasik, tapi benar terjadi.

Karena ngga semua perasaan akan tersampaikan.

Ngga semua hati akan sampai kepada pemiliknya.

Ada beberapa perasaan yang hadir yang tugasnya ya, memang hanya lewat.

3 (2)

 

Semoga…

Jadi berapa hati yang telah patah selama masa social distancing ini ?

Berapa pula yang sedang bahagia memulai dari awal ?

Aku percaya, saat ini diluar sana ada banyak yang sedang resah menunggu waktu-waktu yang baik untuk melepas rindu. Ada yang sudah lelah bergumul dengan perasaan rindu lalu menyerah, ada yang sedang patah karena perjuangannya dikalahkan oleh jarak, lalu terputus. Ditinggalkan.
S A B A R
Berarti memang sudah bukan bagianmu untuk berjuang lagi.
Di lain waktu, kau pasti akan di pertemukan dengan yang lebih baik lagi.
Yang kuat, yang mau berjuang bersama-sama dalam situasi terberat sekalipun.

Akupun masih percaya, bahwa sekalipun situasi saat ini sedang berat-beratnya,
ada juga yang sedang berbahagia bertemu manusia baru dan mulai dari awal membangun pondasi-pondasi cerita baru.
Senang ya ? terbangun pagi-pagi dan ucapan “selamat pagi” menunggu di layar handphone.
S E L A M A T   B E R B A H A G I A
Aku turut berbahagia untuk manusia-manusia yang sedang dalam masa baik hatinya saat ini. Sekaligus iri. Kalian keren sekali. Semoga energi baik juga tertular untuk orang-orang sekitar kalian.

Aku sedang berada di posisi yang mana ?

KEDUANYA.

Aku sedang senang-senangnya menyukai seseorang, disaat yang sama juga dilema, sedih dengan keadaan yang kurang beruntung diantara kami, kurasa begitu.

Ada yang bilang, ikuti kata hatimu dan jangan terlalu memikirkan orang lain (karena aku adalah manusia yang terlalu worry tentang apa dan bagaimana perasaan orang lain ketika aku melakukan suatu hal).

Harusnya begitu. Aku bisa bahagia dengan tanpa memperdulikan respon orang lain yang bahkan mungkin juga tidak peduli. Tapi kenapa praktiknya rasanya sulit sekali ya  ?

Aku belum menemukan jawabannya. Semoga nanti kutemukan.

Ah, kuharap pandemi ini segera berlalu.

Kuharap hal-hal baik menghampiri kita semua.

Kuharap masa-masa sulit ini segera terlewati.

 

Semoga semuanya segera pulih, normal kembali.

 

perahu-kertas-2x

Sebuah Cerita : yang tidak ingin kubuang dari memori.

other_200519_0484 (2)

Aku ngga bisa tidur.
Ada yang ingin kuceritakan, mungkin menjadi sesuatu yang akan menghiburku dimasa depan.

Kubayangkan di suatu waktu di masa depan sana, ketika aku lelah dengan hidup, lalu kubaca kisah ini dan aku akan tersenyum lalu bergumam : “ah, aku pernah ada di fase ini”.

Saat ini aku berada pada situasi dimana aku tidak memiliki pikiran apa-apa lagi untuk memulai hal baru. Lebih tepatnya aku takut. Dan tidak ingin merasakan perasaan rumit seperti yang sudah-sudah.

Terikat dan mengikatkan diri itu rumit, kataku.

Karena itu aku berjanji pada diri sendiri,tidak akan jatuh. Tidak akan terlibat lagi dengan hal-hal rumit. Dan memilih berdiri di posisi yang aman. Entah “aman” itu seperti apa ukurannya.

Tapi situasi baru yang tidak disangka-sangka malah datang memporak-porandakan dan hampir menggoyahkan pikiranku.

Punya manusia-manusia terdekat yang sudah kau siapkan ruang dihatimu untuknya sebagai seorang sahabat ? aku punya. Tak banyak, tapi mereka berharga.

Tapi kali ini ada yang salah. Seseorang membuatku berdiri pada posisi yang tidak seharusnya.

Waktu benar-benar mempermainkanku. Ngga bisa. Ini keterlaluan. Aku tertawa.

Hal pertama yang kusadari perasaanku tidak bisa lagi diatur. Aku menunggu sesuatu yang sudah jelas tak boleh kutunggu. Aku tersenyum pada setiap hal-hal konyol yang manusia ini katakan, suatu hal yang harusnya tidak kulakukan. Setiap hal-hal kecil yang terjadi padaku rasanya ingin kuceritakan padanya dan aku benci dengan kelemahanku yang satu ini.

Sampai tiba waktunya hal yang kutakutkan itu terjadi, dan kukatakan padanya bahwa ini tidak akan berhasil. Tidak bisa.

Katanya : kita takkan tahu sebelum mencoba.

Detik itu aku tersenyum. Benar sekali. Sayangnya aku tak boleh mencoba.

Dalam pikiran yang kacau baru kali ini pikiranku menang melawan perasaan.
Sudah kukatakan aku benci hal yang rumit dan tidak akan terlibat lagi. Dan alasan-alasan lain yang harusnya kukatakan (Aku takut memulai lagi,aku benci berjarak,aku tidak ingin mengkhawatirkan hal-hal tentangmu yang jauh, aku benci kenyataan bahwa orang yang pernah ada didekatmu adalah orang yang juga berharga untukku,dan masih banyak).

Kupikir akan selesai sampai disitu, ternyata aku lupa bahwa perasaanku belum terselesaikan.

Aku mulai berpikir bagaimana jalan keluar terbaik.

Karena itu aku mencoba membuat jalanku sendiri.

Aku tidak menolak isi pikiranku. Memang benar aku “jatuh”. Aku menerima bahwa aku kalah dari peperangan di dalam diri ini. Aku jatuh sejatuh-jatuhnya, kubiarkan mengalir, kubiarkan berlalu tanpa dunia harus tahu.

Aku percaya, angin ini akan segera berlalu, perasaanku akan segera hilang.
Karna itu aku hanya perlu bertahan,sampai semuanya lewat.

Aku hanya perlu menjadi biasa-biasa saja,berpura-pura tak pernah terjadi sesuatu dan menunggu sampai semuanya kembali seperti semula.

Kataku ini adalah seni.
Seni dari sebuah perasaan dan usaha untuk menjaga sebuah komitmen.

Nanti, di masa depan aku akan tertawa membaca ini. Sebuah kisah yang seharusnya tak boleh ada. Tapi juga membuatku bersyukur bahwa ini pernah ada.
.

Si Pengecut.

Saya, manusia 21 tahun yang sampai saat ini masih belum bisa mengerti,

Kenapa seseorang bisa dengan mudahnya mengambil keputusan tanpa memikirkan jalan terbaik untuk dua pihak.

Luka lama yang sudah saya lupakan terasa kembali hari ini. Bedanya ini terjadi pada teman baik saya.

Persis sekali.

Kondisinya, kata-kata terakhirnya sebelum lari dari keadaan.

Dasar pengecut.

Rasanya sedih sekali mendengarnya.

“Perempuan setelah bersusah payah meyakinkan diri dan memutuskan untuk setia dalam keadaan terburuk sekalipun dan lelaki yang memutuskan untuk menyerah dan lari dengan sikap pengecutnya.”

Sebagai veteran yang sudah lebih dahulu merasakan, (hahah sedikit lucu, veteran.)
saya mencoba sebisanya memberikan gambaran bagaimana kira-kira fase yang akan dia rasakan ketika di terpa badai seperti ini.

Saya mencoba menghibur, meskipun saya paham betul bahwa disaat-saat seperti ini hanya “tangis” yang akan membuatnya sedikit lega.

Sedih aja, kenapa lelaki yang pengecut seperti itu bertambah lagi dimuka bumi ini.

Kupikir hanya satu atau dua, karena itu perlahan takutku berkurang.

Ternyata ada banyak.

Aku tersenyum. Alasan untuk tidak percaya bertambah lagi.

Amine Boujida (@amineboujida) • Instagram photos and videos

May,2020.

Waktu kecil, aku selalu bertanya-tanya.

Kenapa hal yang sederhana menjadi terlalu rumit untuk orang dewasa.

Padahal tinggal “ini itu” aja kelar. Gampang sekali.

Dewasa ini aku mengalami.

Kenapa hal yang begitu sederhana ini menjadi terlalu rumit untukku.

Bahkan jika seandainya kupakai prinsip “ini itu” yang gampang kataku dimasalalu,

Hasilnya tidak akan selalu baik. Akan selalu ada konsekuensi yang terkandung didalamnya.

 

Jawaban dari pertanyaan masa kecilku terjawab.

“Semakin dewasa, akan semakin banyak pertimbangan.”

Aku sekarang paham betul rasanya.

Sebuah hal sederhana, yang hatiku juga dengan senang hati pasti akan melakukan.

Tapi ternyata mengiyakan sesuatu cukup sulit untuk kulakukan.

Selalu ada pertimbangan yang mengikuti dibelakangnya.

 

Kali ini pertimbangan terbesarku adalah, aku tidak akan kembali menjalani hal-hal yang akan mengikatku. Dan lebih dari itu, ada banyak hal hal kecil yang aku tidak bisa menjelaskannya. Hanya Tuhan yang pasti paham benar perasaanku. Dan atau mungkin pula Dia yang mengatur semua ini.

“Tapi Tuhan, aku tidak akan.” Sekalipun aku mungkin sedang dalam keadaan merutuki diri saat ini. Belum waktunya untukku. Aku bisa berdiri sendiri, setidaknya sampai hari ini.

Dan semoga dihari-hari berikutnya.

wpid-dsc0705

Selamat Hari Kartini para Perempuan hebat! ❤️

Memperingati Hari Kartini 21 April.

Ibu Kartini identik dengan sanggul dan kebaya.
Tiap hari kartini saya selalu menggali album foto lama untuk mencari fotofoto menggunakan kebaya. Termasuk pagi ini. Hahaha
Tapi hari ini tiba-tiba agak tersentil gituu, buat apasih nyarinyari foto ?
Pencitraan ? Ngga,saya emang suka UP foto-foto lama (alesan hehehe).

Sanggul dan kebaya hanya sebagai seremonial.
Makna pentingnya sih,kita lagi ngerayain titik awal emansipasi perempuan.
Memaknai perjuangan Ibu Kartini yg keren banget.
Perjuangan apa ? Search beb. Di om google banyak.
Terus,jangan cuma dirayain,yuk praktek. Saya juga masih sangat kurang,lagi masa-masanya belajar.
Belajar biar apa ? We need more.
Saya mau jadi perempuan hebat dan cerdas kayak Ibu Kartini. Mensejajarkan diri dengan laki-laki tanpa meninggalkan kodrat sebagai perempuan.

Selamat Hari Kartini para Perempuan hebat! ❤️

Hai,memori…

Masih ingat ngga momen yang bikin hati kalian berasa seperti permen nano-nano,ga karuan. Takut,segan,seram,tapi suka (dikit).
Masih ingatkah ?

Saya mau jalan-jalan dulu,balik ke masalalu.

April 2018,
Waktu itu saya udah jadi pengurus UKM padus dikampus,tapi belum pernah ikut makrab yang sebagaimana ritual PSMUT kalo udah menjabat pengurus harus makrab dulu. Fyi, namanya makrab tapi isi eventnya semacam latihan kepemimpinan,materi and of course digalak-galakin senior. Haha.
Jadilah saya ikut bergabung dengan makrab diangkatan adik tingkat.

Jadi,bagaimana rasanya kamu dikerjain sesama teman angkatanmu ketika mereka jadi panitia acara dan kamu jatohnya jadi adik yang sedang dimakrab-in ?
Pait. Malu. Gamau ingat-ingat. (Eh tapi malam ini saya malah kangen hehe)

Jadi dihari pertama aja saya udah gemetar minta ampun,plus kege-eran minta ampun bakal dikerjain para panitia,a.k.a temen sendiri. Pokoknya udah takut duluan gitu deh hahahaah. Dan saya dari awal mulai waspada tingkat tinggi. Gabolehh nangis pokoknya kalo dibentak-bentak. Begitu tekad saya. Sayangnya tekad tinggal tekad,baru babak pertama tanggul pertahanan langsung jebol. (Haduhh malunya didepan adik tingkat). Gertakan kecil abang senior waktu itu bikin air mata saya bertaburan bak diamond,shining shimmering splendid. Sial! Maka jadilah image saya “senior cengeng” (sampai sekarang).

Oh iya kalian pernah ngerasain muka di corat-coret lipstick sama temen kalian sendiri? Kayaknya pada ada dendam deh hahahaha. Atau disuruh minum susu yang karna saya ga suka minum susu tapi maksa karna takut,pada akhirnya muntah-muntah.hahahaha. Dan yang paling bikin perut mual itu,karna susunya ga abis,ditumpahin di kepala,GABOLEH MANDI SAMPE BESOK. Kebayangkan baunya,huekk!! Pernah ngerasain tidur rame-rame dalam satu ruangan yang dingin macam di gurun sahara,eh salah maksudnya kutub utara. Pernah mencari bungkusan permen didalam baskom penuh tepung dan hanya boleh pake mulut sambil berlutut ditanah nungging. Hahahah. Udah kebayangkan muka saya yang dipenuhi lipstick ditambah taburan tepung yang putih bak donat bertopping strawberry jam! Waw, what a perfect combination!

Dan masih banyak lagi momen-momen yang memori saya udah ngga nyampe. Dulu awal-awal malu banget sama diri sendiri,gamau ingat-ingat lagi. Eh sekarang giliran kangen berat sama perkumpulan semacam itu,saya sampe harus berkali-kali berhenti mengetik hanya untuk sekedar mengingat-ingat dan menggali kembali setiap momen yang mulai mengabur di ingatan. Sekarang ngga malu, seaib apapun itu,saya bangga melewati setiap detil prosesnya.

So, dibawah ini persembahan memori saya, yang akan selalu saya rindukan.

Menuju arti hidup.

Awal menyandang gelar mahasiswa,aku punya mimpi hidup dengan bebas, dan menjelajah indonesia dan alamnya,termasuk menjadi seorang pendaki. First,gunung semeru! (Efek nonton film 5cm).
Dengan berapi-api aku selalu bilang pada diriku, suatu saat aku akan mewujudkan mimpiku yang satu ini. Berkali-kali kutulis mimpi ini dalam buku harianku.

Lalu waktu berjalan rasanya lambat sekali,perlahan mimpi itu pudar. Aku disibukkan dengan dunia baru perkuliahan,UKM,dan yah, aku dipertemukan dengan seseorang yang ternyata menjadi awal kenapa aku pelan-pelan (hampir) harus mengubur dalam-dalam mimpiku.
Aku buta.
Aku merasa seperti mengikatkan diri dan terikat.
Perlahan,yang namanya ‘hidup bebas’ tak ada lagi di kamus hidupku. Segala sesuatunya selalu ku pertimbangkan untuk menjaga perasaannya,meskipun itu menentang keinginanku sendiri.

Sampai suatu hari,badai yang hebat membuat tali yang mengikatku selama ini terputus. Bersamaan dengan meredanya badai dan terputusnya tali, ada perasaan lega luar biasa yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. I’M FREE!
aku seperti diajak kembali untuk menemukan jati diriku yang hilang.
Sekaligus mencari jati diriku yang baru yang selama ini mungkin kucari.

Aku perlahan mulai banting setir (kembali).
Yang kemarin seperti sudah pasrah (sambil selalu bergumul) mau mengikut “mas” ini dan melupakan mimpi-mimpiku, sekarang tidak lagi. Tidak ada lagi yang berhak menghalangiku untuk mimpi ini.

Tapi sendirian tidak akan membuatmu sepi,teman. Aku sudah pernah merasakan jauh sebelumnya. Sebelum…..ah sudahlah..

Aku kembali menjadi seorang yang akan sendirian (kembali ke awal).
Tapi kau tahu? Aku tidak pernah merasa benar-benar sendiri. Semenjak “mas” ini pergi, manusia-manusia baik yang menyemangatiku mulai bermunculan dan aku kaget. Manusianya banyak! PRAISE GOD ♥️
Kuucapkan terimakasih untuk sahabat-sahabatku tercinta yang selalu menyemangati dan menyemangatiku.

Oke,sampai dimana tadi ?
Ah iyaa,mimpi.

Aku mulai memasang target :

  1. Perkuliahan. Harus selesai tahun ini (doakan yaaaa..)
  2. Pekerjaan. Segeraa setelah lulus!
  3. Prioritaskan menabung. Jadi,gaji dimasa depan akan kugunakan untuk mengejar mimpiku satu-persatu.
  4. Pekerjaan tambahan. Aku ingin sekali menjadi relawan disela-sela sibukku (nanti).

Terkhusus poin ke 4, aku benar-benar ingin mencari maknanya hidup. Rindu ingin berjumpa dengan cerita-cerita hidup yang baru yang bisa kupelajari,lain dari itu aku jujur ingin menjadi manusia yang berguna.
Klise ya, tapi entah kenapa aku mulai ingin memprioritaskan yang satu ini.

Jangan ada yang bertanya,kenapa dalam list targetku tak ada percintaan.
Sudah cukup kenyang aku menjadi buta dan bucin selama 3 tahun belakangan ini.
Saatnya fokus untuk menjadi diri sendiri, yang benar-benar pure diri sendiri tanpa intervensi orang lain.

So, good luck for your dream Jo!
Semangat dalam mencari jati dirimu,
Semangat berbenah diri menjadi lebih baik.
God bless you!

“Tulisan gadis 21 tahun yang baru saja terbebas dari penjara per-bucinan..”